btn inquiry
Got questions +6221 29037500

Data Rekam Medis Bak Emas yang Perlu Dijaga: Bagaimana Penyedia Layanan Kesehatan Membangun Data Center sebagai Brankas yang Kokoh?

17 June 2020


Layanan kesehatan yang handal menjadi sangat penting dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Untuk itu, teknologi informasi di bidang kesehatan dikembangkan untuk meningkatkan kemudahan, kecepatan, ketepatan dan kenyamanan terhadap layanan kesehatan.

 

Sebagai contoh, beberapa negara tengah mengembangkan berbagai robot sebagai asisten kesehatan bagi para manula. Robot dengan teknologi  automation atau artificial intelligence ini dapat memonitor kondisi kesehatan, mengingatkan jadwal meminum obat, membantu pekerjaan rumah, hingga menghibur para manula. Teknologi ini menjadi salah satu solusi bagi negara-negara yang memiliki populasi manula yang lebih besar daripada usia produktif, seperti Jepang.

 

Di Indonesia, berbagai layanan kesehatan kini juga bisa dijangkau melalui sentuhan jari. Memesan obat, berkonsultasi dengan dokter, mengakses layanan asuransi kesehatan hingga rapid test Covid-19 dapat dilakukan melalui berbagai aplikasi digital. Di tengah situasi pandemi Covid-19, konsultasi dengan dokter secara jarak jauh (telemedicine) menjadi semakin relevan. Dua dekade lalu, hal ini mungkin tidak terbayangkan dapat terwujud. 

 

Pemanfaatan teknologi informasi juga diterapkan oleh klinik-klinik laboratorium ternama di Indonesia. Pengembangan mobile application, chatbot, website, online payment hingga telekonsultasi ditujukan agar pasien semakin merasa mudah dalam mengakses layanan kesehatan. Kini, pasien cukup mengakses mobile application atau menghubungi contact center untuk melakukan konsultasi lewat video atau voice call hingga layanan home service. Pemeriksaan hingga pengolahan sampel akan dilakukan dengan dukungan alat-alat berteknologi otomasi terkini untuk meningkatkan keakuratan dan kecepatan. Ketika hasil pemeriksaan selesai, pasien akan mendapatkan notifikasi seluler dan dapat mengaksesnya secara online.

 

Keamanan Data bagi Industri Kesehatan

 

Namun, penyedia layanan kesehatan kini tak hanya dituntut untuk memudahkan pasien dalam mengakses layanan kesehatan. Mereka juga harus memikirkan bagaimana caranya untuk menjamin data rekam medis pasien agar aman dan tidak disalahgunakan. Rekam medis adalah data yang sangat personal dan berharga. Data tersebut mencakup catatan dan dokumen tentang identitas, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, serta pelayanan lain yang diberikan kepada pasien. Informasi kartu kredit juga sangat mungkin tercantum dalam data rekam medis ini. 

 

Banyak kasus cyber attack berupa pencurian data rekam medis oleh oknum-oknum yang berniat menyalahgunakannya. Pada 2018, firma cyber security Protenus mencatat bahwa terdapat 503 insiden pembobolan dengan total rekam medis terdampak sebanyak 15 juta. Banyak hackers tergiur mencuri data rekam medis karena keamanan sistem informasi rumah sakit atau organisasi kesehatan cenderung lemah dan mudah diretas. Data ini diperjualbelikan di forum-forum dark web yang kemudian membuat para korban pencurian data ini tiba-tiba mendapatkan tagihan kartu kredit yang membengkak.

 

Dalam beberapa bulan terakhir, riset Trend Micro Indonesia juga mencatat bahwa Indonesia menempati urutan keempat di kawasan Asia Pasifik dan Afrika sebagai negara penerima phising atau spam email terbanyak terkait dengan isu Covid-19 pada kuartal I/2020. Oleh sebab itulah, penyedia layanan kesehatan, baik rumah sakit, klinik, laboratorium, hingga aplikasi kesehatan memerlukan data center yang dapat menjamin keamanan informasi pasien.

 

DCI sebagai penyedia layanan data center terbaik di Indonesia, menerapkan ISO 27001 yang berarti DCI telah teruji dan terbukti memberlakukan standar Information Security Management System (ISMS) dalam menjaga keamanan data pelanggannya, termasuk data-data rekam medis. Selain itu, DCI merupakan data center pertama yang memperoleh Service Organization Controls (SOC) 1 tipe 2 dan SOC 2 tipe 2 berdasarkan standar American Institute of Certified Public Accountants (AICPA).

 

Memahami situasi pandemi Covid-19 yang membuat penyedia layanan kesehatan mengalami hectic, DCI terus berupaya mendukung dengan memberikan jaminan ketersediaan layanan (Service Level Agreement) sebesar 99,999% atau hanya 5 menit downtime dalam satu tahun. Bagi industri kesehatan yang tidak mengenal waktu dalam melayani pasien, downtime akan sangat berpengaruh pada kualitas pelayanan hingga tingkat kepercayaan pasien. 

 

Krusialnya peran operator data center bagi industri kesehatan pada masa pandemi ini juga turut membuat DCI menerapkan protokol kesehatan dan pembatasan akses yang ketat. Selain bertujuan untuk mengurangi potensi penyebaran Covid-19 dalam fasilitas DCI, hal tersebut juga merupakan upaya untuk menjamin pelayanan bagi pelaku bisnis dapat tetap berjalan optimal.

 

Jika ingin mengetahui lebih lanjut mengenai bagaimana layanan data center dapat membantu memberikan keuntungan lebih bagi bisnis Anda, silakan hubungi tim DCI lewat surel sales@dci-indonesia.com