btn inquiry
Got questions +6221 29037500

DCI Hadirkan Hyperscale Data Center Lokal Terbesar di Indonesia Seluas 8,5 Hektar dengan Total Kapasitas Lebih dari 150 Megawatt

13 November 2019


Jakarta, 13 November 2019, DCI Indonesia, perusahaan lokal penyedia layanan data center, mengumumkan pembangunan gedung data center ke-tiga yang dinamakan JK3 sebagai salah satu bagian dari fasilitas hyperscale data center lokal terbesar di Indonesia. JK3 memiliki critical IT load sebesar 12 MW dan mulai beroperasi  pada awal tahun 2020 mendatang. Pembangunan JK3 merupakan salah satu rangkaian komitmen DCI untuk merampungkan fasilitas hyperscale data center campus seluas 8,5 hektar dengan total kapasitas lebih dari 150 MW, yang berlokasi di Cibitung, Jawa Barat.

                

CEO DCI Toto Sugiri menyampaikan, “Sebagai perusahaan Indonesia, DCI siap menjadi pionir yang menghadirkan fasilitas hyperscale data center terbesar di Indonesia. Dengan hadirnya fasilitas Gedung JK3, kami ingin mempertegas komitmen dan keseriusan dalam mendukung perkembangan ekonomi digital Indonesia menjelang era revolusi industri 4.0”.

Indonesia dalam beberapa tahun kedepan akan mengalami lonjakan permintaan terhadap kebutuhan hyperscale data center khususnya menjelang revolusi industri 4.0. Transformasi teknologi digital seperti Cloud Computing, Big Data dan Internet of Things (IoT) akan menuntut pengolahan data berskala besar, sehingga dibutuhkan fasilitas data center yang reliable, scalable, dan secure.

                    

Frost & Sullivan memprediksi pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) untuk pendapatan pasar layanan data center dari tahun 2015 hingga 2022 mencapai 35%. Sementara berdasarkan data CBRE yang merupakan perusahaan real estate dan investment global, total kapasitas keseluruhan data center Indonesia hingga Q1 2019 mencapai 50,2 MW dan diprediksi pada tahun 2021 akan terdapat penambahan kapasitas sebesar 70 MW. Hendra Suryakusuma selaku President IDPRO (Asosiasi Data Center Indonesia) mengatakan, “Menyambung data ini, kami menyambut baik komitmen DCI sebagai penyedia data center lokal yang mampu memenuhi kebutuhan data center di Indonesia dalam beberapa tahun kedepan.”

Melonjaknya pertumbuhan perusahaan startup di Indonesia, yang ditandai dengan 5 perusahaan unicorn hingga akhir 2019, serta melihat potensi pertumbuhan ekonomi digital yang tergolong pesat, yang diprediksi akan menjadi 133 miliar dollar AS di tahun 2025 (riset Google, Temasek dan Bain & Company dalam laporan e-Conomy SEA 2019), menjadi sebuah legitimasi bahwa kebutuhan cloud adalah suatu keniscayaan bagi keberlangsungan bisnis startup.

                                   

“Tokopedia, sebagai perusahaan teknologi Indonesia yang terus bertransformasi menjadi Super Ecosystem, membutuhkan kecepatan dan stabilitas akses data dalam memproses informasi yang semakin beragam sumber dan kuantitasnya. Untuk mendukung hal tersebut, dibutuhkan infrastruktur IT yang handal, aman dan mendukung akses connectivity yang cepat untuk memberikan user experience terbaik kepada pengguna, sesuai dengan satu dari tiga DNA Tokopedia, yakni Focus on Consumer” ujar Leontinus Alpha Edison, Co-Founder & Vice Chairman Tokopedia.

Perusahaan berbasis Teknologi Informasi membutuhkan dukungan infrastruktur data center yang handal, scalable dan aman. Sejalan dengan itu, kehadiran fasilitas hyperscale data center DCI sebesar 150 MW merupakan jawaban untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia guna mendorong pertumbuhan ekonomi digital di era revolusi industri 4.0.

                                                  

“Sebagai institusi keuangan, keamanan data nasabah menjadi prioritas utama kami. Kami mengelola dan menyimpan data tersebut di data center yang berlokasi di Indonesia, yang didukung infrastruktur handal dengan standar keamanan yang tinggi,’’ ujar Titus Jonathan selaku Group Head IT Infrastructure Management Bank Danamon.

DCI berkomitmen mendukung perkembangan digital ekonomi di Indonesia dengan membentuk ekosistem digital di dalam data center yang memiliki performa low latency dan cost efficiency yang dibutuhkan oleh Cloud Service Provider, e-Commerce, Financial Institutions, Network Service Provider, dan Enterprises. Sebelumnya DCI telah mengoperasikan dua gedung data center, JK1 dengan kapasitas 3 MW, JK2 dengan kapasitas 7 MW dan di awal tahun 2020, JK3 dengan kapasitas 12 MW. Pembangunan hyperscale data center campus ini, diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara penyedia layanan data center terbesar di Asia Pasifik.