btn inquiry
Got questions +6221 29037500

PT. DCI INDONESIA HELD TOPPING OFF CEREMONY FOR 2nd DATA CENTER BUILDING (JK2)

14 March 2018


BEKASI, 14 MARCH 2018 – PT. DCI Indonesia (DCI), the first Uptime Institute Tier IV Design Data Center will hold topping off ceremony for its second data center building (JK2), from total 8 buildings that will be built in a data center campus with total area of 3.9 hectares, situated at MM2100 industrial estate in Cibitung, Bekasi, Indonesia's West Java province.

The ceremony which marks the placing last beam of the top floor of the JK2 building, was held on Wednesday (14/03), witnessed by DCI's top executives, including founder Toto Sugiri. The building offers 7 megawatts (MW) of critical IT load with service level agreement (SLA) for power availability of 99.999%.

Toto Sugiri, the President Director of DCI said the construction of JK2 is part of the company's commitment to support Indonesia's digital economy.

"Technology adoption from e-commerce company, over-the-top (OTT) content and cloud service providers, requires data center with a big capacity. DCI offers ease of interconnection services with efficient costs," he said.

DCI is an Equinix platform since 2013, a global data center player which operates in 44 countries and interconnects more than 9,500 clients all over the world.

As cloud-and-carrier-neutral data center, DCI is capable to support world-class cloud and telecommunication service providers.

Operating since May 2013, DCI has served multinational and national banks, insurance companies, telecommunication service providers, e-commerce, and cloud providers. DCI is the market leader in serving financial sector as one of the most regulated industries in the country, due to its high standard services supported by global operational excellence.

 

Targeting hyperscale cloud, e-commerce, global OTT players

Indonesia, the fourth largest most populous nation in the world is witnessing a sharp increase in demand for cloud services, e-commerce and OTT contents that coincide with strong growth of internet users.

According to data from the Indonesian Internet Service Providers Association, or APJII,Southeast Asia's largest economy recorded 143.26 million internet users in 2017. This is a 7.9 percent increase from 2016.

The data showed that most Indonesians accessed the Internet for chatting (89.35%), social media (87.35%), and search engines, while some used it for shopping online, making financial transaction, seeking education content and many more.

DCI is targeting cloud service providers, e-commerce companies as well as popular OTT content providers.
"DCI seeks to create an interconnected ecosystem within its data center facilities to help clients. For example, financial industry players who have payment business like credit card, can get connected to cloud service providers, e-commerce players and OTT content providers within our data center ecosystem," Toto said.
 

Regulations

The PP82 mandates Electronic System Operator for public services to establish its data center as well as disaster recovery center on shore by October 2017.

Meanwhile, the PBI 18/40 requires all Payment Processing Service Providers as well as their supporting services, including data center and disaster recovery center, to obtain approval from Bank Indonesia to operate their activities.

 

============================================

 

BEKASI, 14 Maret 2018 – PT DCI Indonesia (DCI), penyedia layanan pusat data (data center) dengan sertifikasi Uptime Institute Tier IV Facility akan melakukan topping off gedung kedua (JK2) dari total delapan gedung yang akan dibangun di kompleks data center seluas 3.6 hektar yang berlokasi di kawasan industri MM2100 Cibitung, Bekasi.

Perayaan topping off ini dilakukan DCI setelah menyelesaikan struktur pembangunan gedung hingga lantai tertinggi. JK2 memiliki critical IT load  sebesar 7 megawatt (MW) dengan Service Level Agreement (SLA) 99,999.

Toto Sugiri sebagai Presiden Direktur DCI mengatakan pembangunan JK2 merupakan salah satu wujud nyata komitmen perusahaan untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

"Adopsi teknologi dari perusahaan e-commerce, konten dan terutama cloud, membutuhkan data center dengan daya komputasi yang besar. Sebagai nilai tambah, DCI juga menawarkan interkoneksi di dalam ekosistem yang sama sehingga memberikan kemudahan akses dan efisiensi biaya,” ujarnya.

DCI bermitra dengan Equinix sejak 2013 , Perusahaan data center global yang beroperasi di 44 negara di dunia dan terkoneksi ke lebih dari 9.500 pelanggannya di seluruh dunia.    

Sebagai cloud-and-carrier-neutral data center, DCI menyediakan  jasa kepada penyedia layanan cloud dan telekomunikasi dengan infrastruktur kelas dunia.

DCI yang mulai beroperasi sejak Mei 2013, telah melayani klien dari berbagai bank, asuransi, perusahaan telekomunikasi, e-commerece dan cloud, baik nasional maupun multinasional.

Perusahaan finansial berskala besar dengan standar tinggi dan paling teregulasi membutuhkan layanan data center yang handal, aman, dan terpercaya dengan standar operasional global. Dalam hal ini DCI telah menjadi market leader untuk melayani perusahaan finansial ini sebagai data center utama mereka.

 

Targetkan Hyperscale Cloud, E-Commerce, dan OTT Global

Indonesia, negara berpenduduk terbesar ke empat di dunia menyaksikan jasa layanan cloud, e-commerce dan over the top (OTT) yang bertumbuh dengan pesat seiring dengan pertumbuhan pengguna internet. Menurut data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia tahun 2017 mencapai 143,26 juta jiwa.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pada tahun sebelumnya, yakni tahun 2016 yang tercatat mencapai 132,7 juta jiwa. Data APJII menunjukkan layanan yang paling banyak diakses pengguna internet adalah layanan chatting (89,35%), disusul sosial media (87,13%), diikuti search engine.

DCI menargetkan perusahaan cloud, e-commerce dan perusahaan penyedia konten aplikasi populer, atau OTT.

"Kita memiliki strategi untuk membentuk ekosistem yang bermanfaat untuk klien. Sebagai contoh sistem finansial pasti membutuhkan perusahaaan pembayaran seperti kartu kredit dan sistem pembayaran seperti ini dibutuhkan oleh perusahaan cloud, e-commerce, dan OTT yang ada di dalam data center kami. Hal ini memberikan nilai tambah, terutama biaya yang lebih efisien secara jangka panjang. Sehingga kami merancang ekosistem ini secara sistematis dari awal”, tutup Toto.

Regulasi

Peraturan Pemerintah No.82 tahun 2012, mewajibkan penyelenggara layanan elektronik tertentu untuk memiliki pusat data (data center) dan pusat pemulihan bencana (disaster recovery center) di Indonesia.

Selain itu, Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/40/PBI/2016 tentang penyelenggaraan pemrosesan transaksi pembayaran juga mengharuskan penyelenggara jasa pembayaran dan perusahaan jasa penunjang, seperti penyedia layanan jasa center untuk mendapatkan izin dari bank sentral untuk beroperasi di negeri ini.